Contoh Usaha
Spekulatif
Usaha spekulatif adalah jenis usaha yang tidak bisa
diperkirakan harganya untuk beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Usaha
spekulatif merupakan prediksi dan perkiraan atau berspekulasi tentang suatu
barang yang akan diperjualbelikan dalam beberapa bulan atau beberapa tahun ke
depan (Jonathan, 2016). Berikut ini adalah contoh usaha spekulatif :
Jenis usaha ini biasanya dilakukan untuk menguras habis uang
para investor. Tentu dengan timbal balik keuntungan yang sangat besar. Bisnis
ini tidak mudah dijalankan. Biasanya yang menjalankan adalah mereka yang tahu
betul tentang kondisi perekonomian suatu negara termasuk juga tentang kondisi
politik dan lain sebagainya. Maka bisa di katakan bahwa hampir tidak ada
seorang amatir yang terjun ke dunia bisnis semacam ini kecuali mereka siap
dengan berbagai risikonya (Julius, 2016).
Salah satu kelebihan yang membuat banyak orang tertarik untuk terjun ke dunia
bisnis ini adalah pebisnis tidak perlu keluar kantor karena biasanya perangkatnya
sudah ada semua secara Online.
Semua hal yang
berkaitan dengan bisnis ini termasuk transaksinya juga dilakukan di depan
monitor. Selain itu, pebisnis ini juga memiliki kesempatan besar untuk
mendapatkan laba yang besar pula. Tentu dibalik kelebihan dari bisnis ini ada
juga kekurangannya. Salah satu kekurangan yang paling berpengaruh adalah risiko
yang sangat besar yang dimiliki bisnis ini. Risiko akan kehilangan semua modal
yang sudah ditanam atau dikumpulkan sangat besar apabila jika tidak memiliki
kemampuan atau pengalaman dalam menjalankan bisnis ini (Julius, 2016).
Gambaran
The Money Game
Money Game memang menggunakan sistem piramid yang sama dengan
MLM. Tetapi Money Game bukanlah bisnis jualan produk. Di sini seorang member
diminta untuk menanamkan uangnya pada perusahaan (istilah kerennya; investasi)
dan perusahaan berjanji bahwa uang tersebut nantinya bisa diambil kembali
dengan nilai berlipat ganda. Bagaimana cara menggandakannya? Perusahaan meminta
si Member untuk mencari sejumlah orang untuk menjadi downline-nya dan ikut
menanamkan uang mereka di perusahaan. Uang para downline inilah yang nantinya
akan diberikan kepada Member yang pertama dengan nilai 3 kali lipat dari nilai
yang telah di-invest-nya (Aisyah, 2016).
Selebihnya menjadi milik perusahaan.
Ilustrasinya begini; Si A menanamkan uang Rp. 100 kepada
perusahaan. Lalu si A mencari (maksimal) 8 orang member baru untuk menjadi
downline-nya. Ke delapan orang tersebut juga menanamkan uang masing-masing Rp.
100 ke perusahaan. Total uang yang masuk adalah; Rp. 100 + Rp. 800 = Rp. 900.
Uang sebesar Rp. 300 diberikan kepada si A sesuai yang dijanjikan perusahaan
pada akhir periode, sisanya Rp. 600 menjadi milik perusahaan. Lalu bagaimana
cara perusahaan membayar kembali uang milik 8 orang downline si A? Yang
dilakukan perusahaan adalah meminta ke delapan orang tersebut untuk mencari
masing-masing delapan orang lagi sebagai downline mereka. Begitu seterusnya. Jadi
pada dasarnya perusahaan berhutang sebesar Rp. 100 kepada si A dengan janji
mengembalikan 3 kali lipat. Lalu perusahaan meminjam kembali dari 8 orang teman
si A dengan janji yang sama. Hasil pinjaman tersebut digunakan untuk
mengembalikan uang plus bunga kepada si A. Lalu perusahaan meminjam uang lagi
dari 64 orang lainnya untuk dibayarkan kepada 8 orang teman si A, dst. dst.
dst. Intinya perusahaan ini pada dasarnya tidak memiliki uang. Yang mereka
miliki hanyalah hutang, yang semakin lama semakin banyak dan semakin banyak.
Jika perusahaan berhasil mengumpulkan uang dari para member
sebesar 1 milyar di awal tahun. Maka di akhir tahun perusahaan tersebut harus
berhasil mengumpulkan dana sebesar minimal 3 milyar dari member yang baru,
untuk dibayarkan kepada member awal. Di akhir tahun berikutnya, perusahaan
tersebut harus mampu mengumpulkan 9 milyar untuk dibayarkan kepada member.
Tahun berikutnya lagi, 27 milyar dst. Target jumlah pengumpulan dana “HARUS”
tercapai setiap tahun. “HARUS” Kalau tidak tercapai, maka akan ada sejumlah
member yang tidak terbayarkan. Dan itu akan fatal akibatnya (Aisyah, 2016).
terimakasih kontennya, bagus
ReplyDeletecongrats